RSS

Pengawetan Buah dalam Botol

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM PRAKARYA KIMIA

”PENGAWETAN BUAH APEL”

 KELOMPOK 4:

  1. 1.     DIAH MEGASARI T.                            
  2. 2.     LINA BUDI CAHYARINI                     
  3. 3.     AMINAH USWATUN H.                      
  4. 4.     LENI IRMAYASARI                             
  5. 5.     TOTO GUSBANDONO                     

 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PRAKARYA KIMIA

 

  1. I.       JUDUL      : PENGAWETAN BUAH- BUAHAN DALAM BOTOL (BUAH APEL)
  1. II.    TUJUAN : Dapat mengawetkan buah-buahan (buah apel) dengan jalan merendamnya dalam gula yang mengandung asam sitrat

III. DASAR TEORI

  1. Latar belakang

Sebagai kebutuhan dasar manusia makanan yang kita konsumsi hendaknya bersih dan memiliki kandungan gizi yang lengkap. Perkembangan industri pangan yang memberikan perubahan baik secara kualitatif atau kuantitatif pada makanan menyebabkan perkembangan bahan makanan maju pesat, baik itu untuk pengawet, perasa, tekstur/warna dari makanan. Konsumen membutuhkan makanan yang segar, murah dan mudah disajikan sebagai tuntutan zaman yang makin praktis. Tuntutan kepentingan ekonomi dan semakin kompleksnya permasalahan pangan diikuti dengan pertumbuhan bahan-bahan kimia sebagai pengawet. Menurut hasil penelitian terdapat 2.500 variasi kimia. Bahan-bahan tambahan tersebut dapat mempengaruhi kualitas bahan makanan, penambahan bahan tambahan tersebut dapat memperpanjang waktu kadaluarsa bahan pangan, meningkatkan aroma dan penampilan bahan pangan. Dengan pengawetan, makanan bisa disimpan berhari-hari, bahkan berbulan-bulan dan sangat menguntungkan produsen. Pengalengan adalah cara pengolahan makanan untuk memperluas kehidupan rak. Idenya adalah untuk membuat makanan yang tersedia dan bisa dimakan lama setelah waktu pemrosesan. Meskipun makanan kalengan sering diasumsikan rendah nilai gizi (akibat proses pemanasan), beberapa kaleng makanan yang bergizi unggul-dalam beberapa cara-bentuk alami mereka. Sebagai contoh, tomat kalengan memiliki yang lebih tinggi tersedia lycopene konten. Salah satu cara unutuk mengawetkan makanan adalah dengan metode pengawetan (Canning).

  1. Deskripsi bahan
    1. Buah Apel

Buah apel bagus dimakan mentah-mentah (tak dimasak), dan juga digunakan banyak jenis makanan pesta. Apel dimasak sampai lembek untuk membuat saus apel. Apel juga dibuat menjadi minuman sari buah apel.Banyak jalan menuju sehat. Salah satu cara yang baik untuk meningkatkan kesehatan adalah makan apel setiap hari. Sebuah studi membuktikan bahwa apel mengandung sejuta manfaat. Satu buah apel terbukti bebas lemak, sodium dan kolesterol, serta memiliki kandungan serat yang tinggi. Tidak hanya itu, apel juga mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh sehingga mampu menangkal penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.Saat Anda makan tanpa mengupas kulitnya, apel yang rendah kalori juga sarat akan kandungan kalium, asam folat, vitamin C dan kalsiumApel juga dapat digunakan sebagai penurun demam yakni dengan cara memarutnya. Sedangkan apel yang dikukus dengan madu bisa digunakan untuk mengobati batuk kering dan menghilangkan lendir dari paru-paru.

Khasiat buah apel bagi kesehatan, sedemikian rupa berhubungan dengan zat-zat gizi maupun non gizi yang terkandung di dalam buah apel. Kandungan zat-zat gizi dalam 100 gram buah apel adalah sebagai berikut :

Zat Gizi  dan Jumlah terkandung dalam buah Apel :

  • Energi :58,00 kal
    • Protein : 0,30 g
    • Lemak : 0,40 g
    • Karbohidrat : 14,90 g
    • Kalsium : 6,00 mg
    • Fosfor : 10,00 mg
    • Serat : 0,70 g
    • Besi : 1,30 mg
    • Vitamin A : 24,00 RE
    • Vitamin B1 : 0,04 mg
    • Vitamin B2 : 0,03 mg
    • Vitamin C : 5,00 mg
    • Niacin : 0,10 mg

Dengan kandungan zat gizi yang banyak tersebut maka dengan mengkomsumsi buah Apel kita akan terhindar dari berbagai penyakit. Adapun penyakit yang bisa dihindari adalah sebagai berikut :

  • Pemperkuat Tulang

Peneliti Perancis menemukan bahwa flavanoid atau phloridzin yang terkandung dalam buah Apel bermanfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang.

Boraks yang merupakan zat lain yang terkandung juga bermanfaat untuk memperkuat tulang. Peneltian tersebut dilakukan kepada wanita yang sudah memasuki masa menopausal terbukti terlindungi dari osteoprosis.

  • Pencegah Penyakit Asma.

Salah satu studi baru-baru ini menunjukkan bahwa anak-anak penderita asma dengan minum jus apel setiap hari menderita wheezing kurang dari anak-anak yang minum jus apel hanya sekali per bulan.

Studi lain menunjukkan bahwa anak-anak perempuan yang lahir untuk makan banyak apel selama kehamilan memiliki resiko lebih rendah dari sakit asma dibandungkan sama anak-anak dari ibu yang memakan beberapa apel.

  • Mencegah Alzheimers

Sebuah studi dilakukan pada tikus di Universitas Cornell menemukan bahwa quercetin dalam apel akan melindungi sel otak dari jenis kerusakan radikal bebas yang dapat mengakibatkan penyakit Alzheimers.

  • Turunkan Kolesterol

Penelitian menunjukkan bahwa apel mempunyai kadar quercetin yang cukup tinggi. Tingginya kadar quercetin disebutkan dapat meningkatkan aktivitas antioksidan dalam darah. Hal ini dapat mengurangi kadar kolesterol LDL yang bisa merusak aliran darah.

Pektin dalam apel menurunkan LDL (buruk) kolesterol. Dua orang yang makan apel per hari dapat menurunkan kolesterol oleh mereka sebanyak 16 persen.

  • Pencegahan Kanker Paru

Menurut studi dari 10.000 orang, orang yang mengkomsumsi  banyak  apel memiliki 50 persen lebih rendah risiko terkena kanker paru-paru. Peneliti percaya ini disebabkan tingginya tingkat dari zat flavonoids, quercetin dan naringin dalam apel.

  • Pencegahan Kanker Payudara

Sebuah studi Universitas Cornell menemukan bahwa tikus yang makan satu apel per hari mengurangi resiko kanker payudara  sebesar 17 persen. Tikus makan tiga apel per hari mengurangi resiko sebesar  39 persen dan mereka makan enam apel per hari mengurangi resiko sebesar  44 persen.

  • Pencegahan Kanker Usus Besar

Satu studi menemukan bahwa tikus yang diberi makan dari ekstrak kulit apel memiliki 43 persen lebih rendah resiko kanker usus besar. Penelitian lain menunjukkan bahwa pektin dalam apel akan mengurangi risiko kanker usus besar dan membantu menjaga sistem pencernaan yang sehat.

  • Pencegahan Kanker Hati

Penelitian menemukan bahwa tikus yang diberi makan dari ekstrak kulit apel memiliki 57 persen lebih rendah risiko kanker hati.

  • Mengontrol Diabetes

Serat larut air pada apel yang disebut pektin dapat menurunkan kadar kolesterol. Pektin mampu mengikat asam empedu dan dibawa keluar melalui feses. Pektin pada apel juga berguna dalam mengendalikan gula darah.

  • Berat Badan

Brazilian dalam penelitiannya menemukan bahwa wanita yang makan tiga apel per hari pada saat melakukan program Diet maka hasilnya akan lebih besar berkurangnya dibandugkan dengan yang tidak mengkomsumsi Apel pada saat melaksanakan program dietnya.

  1. Gula pasir

Gula adalah suatu karbohidrat sederhana yang menjadi sumber energi dan komoditi perdagangan utama. Gula paling banyak diperdagangkan dalam bentuk Kristal sukrosa padat. Gula digunakan untuk mengubah rasa menjadi manis dan keadaan makanan atau minuman

Gula sederhana, seperti glukosa (yang diproduksi dari sukrosa dengan enzim atau hidrolisis asam), menyimpan energi yang akan digunakan oleh sel. Gula sebagai sukrosa diperoleh dari nira tebu, bit gula, atau aren. Meskipun demikian, terdapat sumber-sumber gula minor lainnya, seperti kelapa. Sumber-sumber pemanis lain, seperti umbi dahlia, anggir, atau jagung, juga menghasilkan semacam gula/pemanis namun bukan tersusun dari sukrosa. Proses untuk menghasilkan gula mencakup tahap ekstrasi (pemerasan) diikuti dengan pemurnian melalui distilasi (penyulingan).

  1. Asam sitrat

Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan.

Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam sitrat yang terjadi di dalam mitokondria, yang penting dalam metabolisme makhluk hidup. Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan dan sebagai antioksidan. Asam sitrat terdapat pada berbagai jenis buah dan sayuran, namun ditemukan pada konsentrasi tinggi, yang dapat mencapai 8% bobot kering, pada jeruk lemon dan limau (misalnya jeruk nipis dan jeruk purut). Rumus kimia asam sitrat adalah C6H8O7. Struktur asam ini tercermin pada namaIUPAC-nya, asam 2-hidroksi-1,2,3- propanatri  karboksilat .

Sifat-sifat fisis asam sitrat dirangkum pada tabel di sebelah kanan. Keasaman asam sitrat didapatkan dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Jika hal ini terjadi, ion yang dihasilkan adalah ion sitrat. Sitrat

sangat baik digunakan dalam larutan penyanggauntuk mengendalikan pH larutan. Ion sitrat dapat bereaksi dengan banyak ion logam membentuk garam sitrat. Selain itu, sitrat dapat mengikat ion-ion logam dengan pengkelatan, sehingga digunakan sebagai pengawet dan penghilang kesadahan air (lihat keterangan tentang kegunaan di bawah).

Pada temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristal berwarna putih. Serbuk kristal tersebut dapat berupa bentuk anhydrous (bebas air), atau bentuk monohidrat yang mengandung satu molekul air untuk setiap molekul asam sitrat. Bentuk anhydrous asam sitrat mengkristal dalam air panas, sedangkan bentuk monohidrat didapatkan dari kristalisasi asam sitrat dalam air dingin. Bentuk monohidrat tersebut dapat diubah menjadi bentuk anhydrous dengan pemanasan di atas 74 °C. Secara kimia, asam sitrat bersifat seperti asam karboksilat lainnya. Jika dipanaskan di atas 175 °C, asam sitrat terurai dengan melepaskan karbon dioksida dan air.

Dalam proses produksi asam sitrat yang sampai saat ini lazim digunakan biakan kapang Aspergillus niger diberi sukrosa agar membentuk asam sitrat. Setelah kapang disaring dari larutan yang dihasilkan, asam sitrat diisolasi dengan cara mengendapkannya dengan kalsium hidroksidamembentuk garam kalsium sitrat. Asam sitrat di-regenerasi-kan dari kalsium sitrat dengan penambahan asam sulfat.

Cara lain pengisolasian asam sitrat dari hasil fermentasi adalah dengan ekstraksi menggunakan larutan hidrokarbon senyawa basa organik trilaurilamina yang diikuti dengan re-ekstraksi dari larutan organik tersebut dengan air.

Penggunaan utama asam sitrat saat ini adalah sebagai zat pemberi cita rasa dan pengawet makanan dan minuman, terutama minuman ringan. Kode asam sitrat sebagai zat aditif makanan (E number ) adalah E330. Garam sitrat dengan jenis logam digunakan untuk menyediakan logam tersebut (sebagai bentuk biologis) dalam banyak suplemen makanan. Sifat sitrat sebagai larutan penyangga digunakan

sebagai pengendali pH dalam larutan pembersih dalam rumah tangga dan obat-obatan. Kemampuan asam sitrat untuk meng-kelat logam menjadikannya berguna sebagai bahan sabun dan deterjen. Dengan meng-kelat logam pada air sadah, asam sitrat memungkinkan sabun dan deterjen membentuk busa dan berfungsi dengan baik tanpa penambahan zat penghilang kesadahan. Demikian pula, asam sitrat digunakan untuk memulihkan bahan penukar ion yang digunakan pada alat  penghilang kesadahan dengan menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi pada bahan penukar ion tersebut sebagai kompleks sitrat.

Asam sitrat digunakan di dalam industri bioteknologi dan obat-obatan untuk melapisi (passivate) pipa mesin dalam proses kemurnian tinggi sebagai ganti asam nitrat, karena asam nitrat dapat menjadi zat berbahaya setelah digunakan untuk  keperluan tersebut, sementara asam sitrat tidak. Asam sitrat dapat pula ditambahkan pada es krim untuk menjaga terpisahnya gelembung-gelembung lemak. Dalam resep makanan, asam sitrat dapat digunakan sebagai pengganti sari jeruk. (Sumber : http://www.wikipedia.org )

Asam sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dan
sirup, digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu, gula-gula
(termasuk fondant), dan juga untuk mencegah pemucatan berbagai
makanan, misalnya buah-buahan kaleng dan ikan. Larutan asam sitrat yang
encer dapat digunakan untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam
pada udang. Penggunaan maksimum dalam minuman adalah sebesar 3
gram/liter sari buah.

Asam sitrat dikategorikan aman digunakan pada makanan oleh semua badan pengawasan makanan nasional dan internasional utama. Senyawa ini secara alami terdapat pada semua jenis makhluk hidup, dan kelebihan asam sitrat dengan mudah dimetabolisme dan dihilangkan dari tubuh.

Paparan terhadap asam sitrat kering ataupun larutan asam sitrat pekat dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Pengenaan alat protektif (seperti sarung tangan atau kaca mata pelindung) perlu dilakukan saat menangani bahan-bahan tersebut.

(Sumber : http://www.wikipedia.org)

IV. ALAT DAN BAHAN

  1. ALAT
No. Nama Alat Gambar Jumlah
1 Panci berlapis email (Teflon) 1 buah
2 Pisau stainless steel 2 buah
3 Pemanas listrik 1 buah
4 Sendok 2 buah
5 Pengaduk kayu 1 buah
6 Sterilisator(dandang sabruk) 1 buah
7 Gelas plastik 2 buah
8 Saringan kain/plastic 1 buah
9 Botol selai 1 buah
  1. BAHAN

No.

Nama Bahan

Jumlah

1. Buah Apel 1 buah
2. Gula pasir 0,25 kg
3. Asam sitrat secukupnys
4. Air mineral 250 ml
  1. V.    CARA KERJA
  2. Membersihkan buah apel, mengulitinya dan mencuci daging buahnya sampai bersih, kemudian memotong-motongnya menurut besar tertentu agar rapi.
  1. Menyiapkan botol yang sudah dicuci bersih, mensterilkan dengan menggunakan sterilisator selama 15 menit.
  1. Disamping itu membuat sirup gula dengan perbandingan 250 ml air mineral, ¼ kg gula pasir, dan sedikit asam sitrat (sepucuk sendok).
  1. Setelah semua siap, maka memasukkan buah yang telah bersih ke dalam botol yang telah steril, mengaturnya dengan rapi, kemudian menuangkan sirup gula dalam keadaan panas sampai hamper penuh lalu menutupnya rapat-rapat.

VI. DATA PENGAMATAN

No. Perilaku Pengamatan
1. Buah apel dikuliti, daging buah dicuci bersih Awal pembuatanWarna buah              : putih

Aroma                      : harum

Rasa                         : manis

Bentuk buah            : potongan

Irisan memanjang dan kotak-kotak

2. Botol dicuci dan disterilkan Botol menjadi steril
3. Membuat sirup gula dengan mencampurkan gula dengan asam sitrat ke dalam air  yang sudah panas Warna larutan gula kekuningan
4. Buah dimasukkan dalam botol Buah diatur dengan rapi
5. Awetan buah disimpan selama kurang lebih 3 hari Buah berada di permukaan (atas), buah tetap berwarna putih, beraroma menyengat dan rasanya manis keasaman.

VII. ANALISA DATA

Percobaan yang berjudul “Pengawetan Buah Dalam Botol” ini dilakukan dengan tujuan untuk mengawetkan buah apel di dalam botol dengan jalan merendamnya dalam larutan gula yang mengandung asam sitrat.

Pengawetan buah ini dilakukan dengan cara mencuci buah apel sampai bersih lalu dikuliti dan daging buahnya dicuci bersih lalu dipotong-potong agar rapi. Kemudian botol disterilkan dan membuat larutan gula dengan memanaskan 0,25 kg kg gula pasir, 250 ml air mineral dan sepucuk sendok asam sitrat sampai mendidih. Selanjutnya buah dimasukkan ke dalam botol dan dituangi larutan gula dalam keadaan panas dan ditutup rapat. Kemudian awetan buah disimpan selama kurang lebih 3 hari.

Pengawetan buah apel ini dilakuakn karena bahan makanan dapat mengalami kerusakan yaitu petumbuhan atau aktivitas mikroba (bakteri, ragi dan kapang), enzin di dalam bahan makanan, serangga dan suhu yang tidak sesuai, sinar matahari dan jangka waktu penyimpanan.

Pada percobaan ini dilakukan dengan membuat larutan gula keran larutan gula dapat digunakan sebagai pengawet dan ditambah dengan asam sitrat dalam ukuran tertentu. Sedangkan botolnya harus disterilkan dahulu karena pada pengawetan buah-buahan ini harus benar- benar bersih dari mikroorganisme atau mikroba. Selain itu, ditambahkan asam sitrat karena pada percobaanm ini berfungsi sebgai pengawet yang merupakan senyawa organic selain asam laktat dan asam asetat.

Pada pembuatan larutan gula (sirup gula) ini dibuat dengan berdasarkan macam buah-buahan yang diawetkan sehingga larutan gula yang digunakan juga berbeda-beda. Larutan gula ini mengandung asam sitrat yang dapat mengawetkan buah-buahan. Misalnya pada pembuatan larutan gula untuk mangga dibuat dari 1 liter air, 1 kg gulapasir dan 8 gram asam sitrat, untuk rambutan dibuat dari 1 liter air, 1/4 kg gulapasir dan 3 gram asam sitrat, untuk nangka dibuat dari 1 liter air, 1 kg gulapasir dan 5 gram asam sitrat, untuk nanas dibuat dari 1 liter air, 1/4 kg gula pasir dan 4 gram asam sitrat sehingga pembuatan larutan gula pada pengawetan buah apel ini adalah sebanyak 250 ml air mineral ditambah dengan ¼ kg gula pasir dan sedikit asam sitrat (sepucuk sendok) yang dipanaskan sambil diaduk supaya dapat melarut sampai mendidih kurang lebih 15 menit.

Dalam percobaan ini ketika melakukan pengawetan buah apel harus diperhatikan mengenai kebersihan dan botol yang disterilkan dengan mengguanakan dandang sabruk yang diisi air sedikit dibawah angsangnya. Sedangkan pada pengawetan buah apel ini digunakan botol gelas sebagai tempat pengawetan karena pada saat sterilisasi botol tidak mudah pecah,tidak mudah bereaksi dengan zat kimia yang ditambahkan, tidak bereaksi pada saat pemanasan, tidak berkarat (korosi), transparan, menarik dan mudah dilihat.

Pada awal pengawetan, buah apel berwarna putih, beraroma harum dan rasanya manis segar. Setelah penyimpanan selama kurang lebih 3 hari, buah berada di permukaan (atas), buah tetap berwarna putih, beraroma menyengat dan rasanya manis keasaman.

Dari data ini dapat dikatakan bahwa pengawetan buah apel dalam botol cukup berhasil, namun kurang sempurna. Hal ini dikarenakan:

  1. Botol kurang steril
  2. Penambahan larutan gula dan asam sitrat yang kurang sesuai
  3. Pengisian buah apel yang kurang penuh ke dalam botol

Gambar produk yang dihasilkan:

  1. VIII.       PERTANYAAN DAN TUGAS
    1. Keuntungan- keuntungan pemakaian botol gelas sebagai tempat pengawetan dari kaleng yaitu:
  • Tidak mudah pecah saat sterilisasi
  • Tidak mudah bereaksi dengan zat kimia yang ditambahkan dan ketika pemanasan
  • Tidak berkarat
  • Transparan
  • Menarik
  • Mudah dilihat
  1. Setelah disimpan dalam botol selama 3 hari, buah apel berada di permukaan (atas), buah tetap berwarna putih, beraroma menyengat, dan rasanya manis keasaman.
  2. Analisis Kelayakan Usaha

Kalkulasi harga pengawetan buah apel     :

  • Buah Apel : Rp 5.000,00
  • Gula pasir  : Rp 1.500,00
  • Asam sitrat            : Rp    500,00
  • Air mineral            : Rp    500,00
  • Botol Gelas           : Rp 1.000,00
  • Label                     : Rp    500,00

Total          : Rp 9.000,00

Harga jual      @ Rp 10.000,00 x 12

= Rp 120.000,00

Laba   = Rp 120.000,00 – Rp 108.000,00

= Rp 12.000,00

IX. ANALISIS KELAYAKAN USAHA

Kalkulasi harga pengawetan buah apel  :

  • Buah Apel : Rp 5.000,00
  • Gula pasir  : Rp 1.500,00
  • Asam sitrat            : Rp    500,00
  • Air mineral            : Rp    500,00
  • Botol Gelas           : Rp 1.000,00
  • Label                     : Rp    500,00

Total          : Rp 9.000,00

Harga jual      @ Rp 10.000,00 x 12

= Rp 120.000,00

Laba   = Rp 120.000,00 – Rp 108.000,00

= Rp 12.000,00

  1. X.    DESAIN LEAFLET

Terlampir

XI. KESIMPULAN

  1. Buah apel dapat diawetkan dalam botol dengan jalan merendamnya dalam larutan gula yang mengandung asam sitrat.
  2. Pembuatan sirup gula dalam pengawetan digunakan karena mengandung asam sitrat.
  3. Penambahan asam sitrat berfungsi sebagai pengawet buah-buahan (buah apel).
  4. Pengawetan buah apel menggunakan botol/gelas karena tidak mudah pecah pada saat sterilisasi, tidak mudah bereaksi dengan zat kimia ketika ditambahkan, tidak berkarat, transparan, dan mudah dilihat.
  5. Pensterilan botol gelas dilakukan supaya benar-benar bersih dari mikroorganisme.
  6. Pengawetan buah apel dalam botol yang diperoleh adalah buah berwarna putih, rasa buah manis keasaman, aroma menyengat, dan buak berada di permukaan (atas).

XII. DAFTAR PUSTAKA

Dra. Emma S. Wirakusumah, M.Sc., 1995. Buah dan sayur untuk terapi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Arcole Margatan, 2001. Banyak Makanan Berkhasiat Obat. Solo: CV Aneka.

Dr. Widjaja Kusuma, 2000. Makanan dan Jus untuk Kesehatan. Batam: Interaksara.

http://arudewangga.blog.uns.ac.id/2010/05/29/makalah-pengawetan-makanan-modern-dengan-metode-pengalengan/

http://forum.um.ac.id/index.php?PHPSESSID=9d434a8ab53190f17a91fd90dc85e9ff&topic=24302.msg24366#msg24366

  1. XIII.    LAMPIRAN

Satu lembar laporan sementara

Satu lembar desain leaflet

Desain Leaflet

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: