RSS

Seberapa jauh cinta harus dipertahankan?

08 Dec

“seberapa jauh cinta harus dipertahankan?”

terasa begitu tertohok ketika membaca kalimat tersebut pada sampul depan sebuah novel di toko buku yang aku datangi sore itu. ya, seberapa jauh cinta harus dipertahankan…? kalimat itu seperti mewakili apa yang ada di otakku beberapa bulan terakhir kemarin…

sebut saja namanya “A”. orang pertama yang membuat aku merasakan yang mungkin disebut “cinta”. waktu itu usia kami masih belasan, masih SMP kelas 1. orang2 menyebutnya cinta monyet…🙂 mungkin kalian yang membaca ini juga akan berfikir demikian, cinta anak usia muda, belum tau apa2 untuk masalah cinta. tapi aku tidak memungkirinya, sikapnya yang selalu membelaku setiap aku berkelahi (aku sering berkelahi dulu waktu SMP, sekarang tidak lagi.. :)), perhatiannya, ulah jahilnya, penampilannya, cara bicaranya, apapun tentangnya sudah membuat aku merasakan apa yang mungkin disebut dengan cinta itu tadi…

namun tidak seperti kebanyakan teman2ku yang berani menunjukkan perasaan mereka secara terang2an, aku memilih diam, menjaga jarak dengannya agar aku tidak terlibat dalam hubungan seperti itu, usiaku masih terlalu dini, pikirku saat itu. lagipula otak polos ku selalu menuruti nasehat oarng tua ku yang melarangku untuk terlalu dekat dengan lawan jenis…

hari berganti, minggu2 kami lalui, bulan, tahun pun terlewati hingga tiba saat kami lulus dan melanjutkan ke tingkat setara sekolah menengah atas. tak sekalipun aku bertemu dengannya. walaupun begitu semua kenangan manis tentangnya masih tersimpan rapi dalam memoriku yang tidak bisa dibilang memiliki kapasitas besar. pasalnya untuk menghafal pelajaran di sekolah saja, aku kesulitan untuk melakukannya,,,😀

REUNI KELAS 3E, SMP NEGERI X ANGKATAN TAHUN 2005.
3 tahun tidak bertemu, dan di situlah aku bertemu dengannya lagi. masih sama dengan dulu. senyum nya, ulah jahilnya, tapi sedikitpun aku tidak berminat untuk menanggapinya. aku takut jatuh cinta lagi padanya meski mungkin cinta yang dulu pernah ada tidak pernah berkurang sedikitpun. hanya sekali itu kami bertemu lagi, hanya dalam waktu beberapa jam.

hingga suatu ketika…………..

“aku mau menjalin hubungan serius sama kamu”
kira2 seperti itulah bunyi pesan singkat yang aku terima di HP.
bingung
panik
senang
kaget
semua rasa bercampur saat itu juga…
tapi apa benar yang dia katakan ini?
butuh waktu 3 bulan untuk meyakinkan hatiku sendiri bahwa kau akan mengiyakan dia atau tidak, hingga akhirnya aku mengiyakannya….

hubungan yang kami jalani berjalan dengan baik, komunikasi lancar walaupun kami belum pernah bertemu lagi setelah reuni itu, dia kerja di Aceh dan aku melanjutkan studi S2 ku di Solo. namun hanya 3 bulan… setelah itu…. entah apa yang terjadi… entah apa yang sebenarnya dia rasakan…. hubungan kami merenggang… aku sering bertanya kesalahan apa yang telah aku lakukan padanya hingga dia berubah seperti ini?
perhatiannya hiang sama sekali…
“salahkah jika aku minta perhatian darinya?”
sering sekali pertanyaan itu muncul…

“Di… tinggalin dia, apa yang mau kamu pertahankan dari hubungan seperti ini? kalu dia benar2 serius sama kamu,, dia sayang sama kamu, apapun akan dia lakukan untukmu… hanya untuk membalas SMS mu saja dia ga bisa, buat apa lagi diperjuangkan.,?
cinta itu harus sama2 berjuang, sama2 berkorban, sama2 berusaha… kalau seperti ini, ini hanya nyakitin hati kamu…”

itulah komentar sebagian besar teman yang tau masalahku…

“Di… it’s real world, semua orang berkomunikasi dengan kita setia harinya… gak mungkin kan waktu dia mau dia habiskan hanya untuk kamu? dia juga butuh berbicara dengan orang lain selain kamu. bukti cinta itu bukan cuma perhatian, tapi membiarkan kamu sendiiri mengnyelesaikan masalahmu itu juga bukti kalau dia sayang sama kamu. dia mau kamu mandiri..”

aku mulai berfikir…….

aku percaya padanya bahwa dia tidak mungkin selingkuh… selama ini aku berfikir untuk tetap mempertahankan hubungan kami, bagaimanapun caranya… mungkin memang dia sedang sangat sibuk, jika sudah punya waktu luang dia pasti akan menghubungiku lagi…🙂
hingga aku bertemu dengan seorang temanku yang bertanya:
“apa kamu bahagia bersamanya…? bahagia itu hak semua orang, dan kamu salah satunya.. yang terindah itu belum tentu yang terbaik…”

kembali aku asik dengan pikiranku sendiri…. setiap orang punya prinsip, dan pasti akan mempertahankan prinsipnya… dia dengan prinsip kecuekannya dan bersikukuh tidak mau merubahnya…
sementara aku, selalu ingin diperhatikan…
“bahagiakah aku dengannya…?”
kembali pertanyaan itu terngiang….
aku adalah aku… jika aku tidak bisa menerima sikapnya, kenapa aku harus mempertahankannya..?

hingga pada bulan ke 11 hungan kami berjalan, aku memutuskan untuk mengakhirinya…
dia juga sama sekali tidak ingin mempertahankan hubungan kami…
aku tidak ingin berfikir yang tidak2 seperti apa yang dikatakan teman2ku padaku…
bagaimanapun dia adalah masa lalu terindah yang pernah aku miliki hingga saat ini…
semoga kamu mendapatkan apa yang kamu cari, Mas….. doa ku untukmu…🙂

 
2 Comments

Posted by on 8 December 2013 in Uncategorized

 

2 responses to “Seberapa jauh cinta harus dipertahankan?

  1. Asschyan

    1 January 2014 at 5:48 pm

    Sepertinya aku tahu…. :p

     
  2. Dee'

    10 January 2014 at 7:10 pm

    hehehe… sekedar tulisan saja…😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: