RSS

Pembuatan Garam Meja

LAPORAN RESMI PRAKARYA KIMIA

PEMBUATAN GARAM MEJA

 

KELOMPOK IV

1.      Diah Megasari T.           

2.      Lina Budi Cahyarini       

3.      Aminah Uswatun H.      

4.      Leni Irmayasari              

5.      Toto Gusbandono            

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2011

LAPORAN RESMI

PRAKARYA KIMIA

 

  1. I.      JUDUL

PEMBUATAN GARAM MEJA

  1. II.   TUJUAN

Dapat Membuat Garam Meja

  1. III.   LANDASAN TEORI
    1. A.    Alasan/ Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang sebagian wilayah merupakan lautan namum sayangnya potensi tersebut belum dioptimalkan. Hanya beberapa komoditas yang dimanfaatkan seperti transportasi,perikanan, pariwisata dan sebagainya tapi mengapa belum banyak yang menyentuh potensi air laut itu sendiri. Padahal begitu berlimpahnya sumberdaya mineral yang ada di laut seperti garam, ada bermacam-macam garam disana.

Produksi garam di Indonesia pada umumnya masih kotor, harganya dari tambak sudah cukup mahal sekitar Rp 500/kg, demikian demikian juga garam beryodium sekitar Rp 1000/kg pada umummnya produk tersebut masih kotor.

Pada kenyataannya Industri yang membutuhkan garam(NaCl) seperti Industri Soda Indonesia Waru tidak menggunakan garam produk dalam negeri dengan alasan harga juga kualitasnya. mereka malah impor dari Australia, mengapa? padahal begitu berlimpahnya air laut dinegeri kita. Bagaimana kita harus membangaun negeri ini? minimal kita harus bangkit dengan membangaun diri sendiri dengan mengais peluang ditengah persaingan yang semakin global. Bagaimana kita mengurangi ketergantungan kepada Negara lain?

Peluang Industri Kecil mengembangkan bisnis garam
Perdagangan garam NaCl di negeri kita sebenarnya sangat menjanjikan, bahan tersebut di konsumsi hampir semua orang berupa garam beryodium, dari anak kecil sampai orang dewasa, Bagaimana caranya meraih peluang di tengah persaingan? Kita tidak perlu meniru apa yang sudah dilakukan para petani garam ! kita harus mampu melakukan perbaikan kualitas serta manajemen, sehingga layak bernilai usaha/bisnis.

http://sugianto-industri.blogspot.com/2009/01/pemurnian-garam-dapur-nacl.html

Pembuatan garam meja ini dasarnya adalah garam dapur yang kotor dibersihkan dari kotorsn-kotoran dan dari zat-zat penyebab mudah membasah dan rasa sedikit pahit.

Kus Sri Martini dan Sri Retno Dwi Ariani. 2011. Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari. Surakarta:Uns Press. Halaman 84

  1. B.     Deskripsi Bahan
    1. 1.      Garam dapur

 

Garam dapur adalah sejenis mineral yang lazim dimakan manusia. Bentuknya kristal putih, seringkali dihasilkan dari air laut. Biasanya garam dapur yang tersedia secara umum adalah Natrium klorida (NaCl).

Garam sangat diperlukan tubuh, namun bila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi. Selain itu garam juga digunakan untuk mengawetkan makanan dan sebagai bumbu. Untuk mencegah penyakit gondok, garam dapur juga sering ditambahi Iodium.

http://id.wikipedia.org/wiki/Garam_dapur

Dalam garam dapur terkandung unsur sodium dan chlor (NaCl). Unsur sodium ini penting untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh, selain bertugas dalam transmisi saraf dan kerja otot. Kita boleh tidak makan garam, asal ada sodium dalam menu harian. Banyak menu harian yang menyimpan sodium dan itu sudah bisa mencukupi kebutuhan tubuh.

Namun, oleh karena sodium yang secara alami terkandung dalam bahan makanan tidak berikatan dengan chlor, tak memberi cita rasa asin pada lidah kita. Itu berarti, kendati menu yang kita konsumsi tanpa garam atau tak bercita rasa asin, tidak bermakna tubuh tak memperoleh kecukupan sodium.

Satu sendok teh garam dapur berisi 2.000 mg sodium. Sodium yang terkandung dalam setiap menu modern rata-rata sekitar 500 mg. Pada takaran itu ginjal sudah perlu lembur untuk tetap mempertahankan keseimbangan cairan dan asam-basa agar mesin tubuh tak kacau dari penyakit akibat kelebihan sodium tidak sampai muncul.

Jenis makanan yang banyak mengandung sodium, antara lain, soda kue, bubuk soda sebagal pengawet, obat pencahar (laxative), menu yang dipanggang, keju, makanan kaleng dan laut (seafood), serta padi-padian (cereals). Bagi yang pantang garam, juga perlu menjauhi jenis sumber sodium tinggi ini. Jenis makanan yang rendah sodium, antara lain, buah dan sayur-mayur segar, daging dan unggas segar, jenis cereals dan gandum yang dimasak.

Di kawasan Uni Eropa sekarang ini ada ketentuan labelisasi produk untuk beberapa jenis makanan yang tinggi sodium, agar konsumen tidak terjebak mengonsumsinya secara berlebihan. Di antaranya, aneka jenis saus, ikan yang sudah diproses, roti, sup, bumbu bergaram (MSG), dan sekarang termasuk juga semua jenis makanan bayi (dulu garam dapur bukan tergolong bahan tambahan dalam makanan atau food additive).

Bukan cuma darah tinggi, orang yang mengidap penyakit jantung dan tungkainya bengkak, perlu membatasi asupan sodium juga. Begitu juga jika mengidap penyakit ginjal, keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), dan gangguan hati. Termasuk mereka yang sedang menjalani terapi dengan obat golongan corticosteroid (pasien asam kena penyakit autoimmune, kulit, ginjal nephritic syndrome).

Selain itu, banyak gangguan yang meninggikan kadar sodium dalam darah (hypernatremia), seperti pada penyakit diabetes insipidus (kencing terus), gagal ginjal menahun, kelebihan zat kapur (hypercalcemia) atau kekurangan kalium (hypokalemia), termasuk jika tubuh kehilangan cairan seperti pada banyak berkeringat, diare, dan penyakit kurang minum (gangguan rasa haus). Dan tentu banyak makan garam, tanpa dibarengi kecukupan minum.

Namun, jika pantang garam kelewat ketat bisa berbahaya juga. Kekurangan sodium dan chlor secara drastis bisa menjadi beban lain bagi ginjal, dengan gejala pembengkakan (oedema) juga. Kaki bengkak lantaran penyakit jantung, hati, atau ginjal, berbeda dengan bengkak sebab kekurangan sodium. Yang pantang sodium dibagi menjadi pantang ketat, cukup 500 gram sodium setara dengan 1,5 gram garam dapur, pantang sedang 800 gram (2 gram), dan pantang ringan 2.000 gram (5 gram).

http://www.resep.web.id/tips/mengenali-garam-dapur.htm

  1. 2.      Natrium Karbonat

Natrium karbonat (juga dikenal sebagai mencuci soda ash atau soda), Na2CO3 adalah garam sodium dari asam karbonat. Hal ini paling sering terjadi sebagai heptahydrate kristal, yang siap effloresces untuk membentuk serbuk putih, monohidrat tersebut. Sodium karbonat adalah negeri terkenal untuk digunakan sehari-hari sebagai pelunak air. Rasanya alkali pendingin, dan dapat diperoleh dari abu banyak tanaman. Hal ini sintetis diproduksi dalam jumlah besar dari garam meja dan batu kapur dalam proses yang dikenal sebagai proses Solvay.

Keadaan fisik dan penampilan: Solid. (Solid bedak.)
Bau: berbau.
Rasanya: Alkaline.
Berat Molekul: 105,99 g / mol
Warna: Putih.
pH (soln 1% / air): 11.5 [Dasar.]
Titik didih: Tidak tersedia.
Melting Point: 851 ° C (1563,8 ° F)
Suhu Kritis: Tidak tersedia.
Spesifik Gravity: Kepadatan: 2,532 (Air = 1)

Penggunaan

Pembuatan kaca merupakan salah satu penggunaan yang paling penting dari karbonat natrium. Ketika dikombinasikan dengan silika (SiO2) dan kalsium karbonat (CaCO3) dan dipanaskan sampai suhu tinggi, kemudian didinginkan dengan cepat, kaca diproduksi. Jenis kaca ini dikenal sebagai kaca soda kapur.

Natrium karbonat juga digunakan sebagai dasar yang relatif kuat dalam berbagai pengaturan. Sebagai contoh, natrium karbonat digunakan sebagai pengatur pH basa untuk mempertahankan kondisi yang stabil diperlukan untuk tindakan mayoritas agen berkembang. Ini adalah aditif umum di kolam kota digunakan untuk menetralkan efek asam dari klorin dan meningkatkan pH . Dalam memasak, kadang-kadang digunakan sebagai pengganti sodium hidroksida untuk berbohong, terutama dengan pretzel Jerman dan gulungan alkali. Hidangan ini diperlakukan dengan larutan zat alkalin dalam rangka untuk mengubah pH permukaan makanan dan dengan demikian meningkatkan browning.

Dalam taksidermi, natrium karbonat ditambahkan ke dalam air mendidih akan menghapus daging dari tulang tengkorak atau piala untuk menciptakan “tengkorak Eropa mount” atau untuk tampilan pendidikan dalam studi biologi dan sejarah.
Dalam kimia, hal ini sering digunakan sebagai elektrolit. Hal ini karena biasanya garam elektrolit berbasis, natrium karbonat dan bertindak sebagai konduktor yang sangat baik dalam proses elektrolisis. Selain itu, tidak seperti ion klorida yang membentuk gas klor, ion karbonat tidak korosif ke anoda. Hal ini juga digunakan sebagai standar utama untuk titrasi asam-basa karena padat dan udara-stabil, sehingga mudah untuk menimbang secara akurat.

Dalam keperluan rumah tangga, digunakan sebagai pelunak air selama binatu. Ia bersaing dengan ion magnesium dan kalsium dalam air keras dan mencegah mereka dari ikatan dengan deterjen yang digunakan. Tanpa menggunakan soda cuci, deterjen tambahan diperlukan untuk menyerap ion magnesium dan kalsium. Disebut Cuci Soda, kristal Soda atau Soda Sal di bagian deterjen toko, secara efektif menghilangkan minyak, lemak, dan noda alkohol. Natrium karbonat juga digunakan sebagai agen pembersih kerak di boiler seperti yang ditemukan dalam pot kopi, mesin espresso, dan lain-lain.

Dalam pencelupan dengan pewarna serat-reaktif, natrium karbonat (sering dengan nama seperti fiksatif soda abu atau soda ash activator) digunakan untuk memastikan ikatan kimia yang tepat dari zat warna dengan serat, biasanya sebelum pencelupan (untuk pewarna dasi), dicampur dengan pewarna (untuk lukisan dye), atau setelah pencelupan (untuk dyeing perendaman).

http://en.wikipedia.org/wiki/Sodium_carbonate

  1. 3.      Air

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut. Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengelolaan sumber daya air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik. Indonesia telah memiliki undang-undang yang mengatur sumber daya air sejak tahun 2004, yakni Undang Undang nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air

Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.

Arsyad, M.N. 2001. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan Istilah. Jakarta:Gramedia.

Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan klor. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair, adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen-elemen lain tersebut (kecuali flor). Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen, meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen, dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Gaya tarik-menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan, membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen.

Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH).

http://id.wikipedia.org/wiki/Air

  1. IV.   ALAT DAN BAHAN
    1. A.  Alat

No.

Nama Alat

Gambar

Jumlah

1. Panci berlapis email (teflon)

1 buah

2. Pengaduk kayu

1 buah

3. Kompor listrik

1 buah

4. Kain penyaring

1 buah

5. Neraca

1 buah

6. Gelas beker

1 buah

7. Mortar dan alu

1 buah

8. Botol

1 buah

  1. B.  Bahan

No.

Nama Bahan

Gambar

Jumlah

1. Garam dapur

50 gram

2. Air

200 ml

3. Natrium Karbonat

1 gram

 

  1. V.      CARA KERJA
    1. Menimbang 50 gram garam dapur lalu melarutkan 50 gram garam dapur dalam 200 mL air sambil diaduk dan dipanaskan agar dapat melarut.
  1. Setelah semuanya larut, menyaring dan tapisannya ditambahkan natrium karbonat 1 gram yang dilarutkan dalam sedikit air sambil diaduk.
  1. Menyaring endapan yang terbentuk.
  1. Menguapkan tapisan terakhir dalam panci berlapis email (teflon) sampai airnya habis menguap sehingga tinggal kristal-kristal garam.
  1. Kristal-kristal garam yang terbentuk dikeringkan, ditumbuk halus, ditimbang, dan disimpan.

Kus Sri Martini dan Sri Retno Dwi Ariani. 2011. Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari. Surakarta:Uns Press hal 84

  1. VI.   DATA PENGAMATAN

No.

Perlakuan

Pengamatan

1. Melarutkan garam dapur ke dalam air Garam larut dalam air dan nampak kotorannya
2. Setelah semua larut, kemudian menyaring dan menambahkan natrium karbonat Larutan putih keruh
3. Endapan disaring, tapisan terakhir diuapkan sampai airnya habis menguap Endapan putih dan basah

Larutan bening4.Kristal garam dikeringkan, ditumbuk, ditimbang, dan disimpanKristal garam lebih lembut, halus, bersih, dan putih.

Massa garam meja=27,5 gram

 

VII.HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam percobaan ini dilakukan dengan tujuan dapat membuat garam meja dari garam dapur yang masih kotor. Percobaan ini dilakukan berdasarkan untuk membersihkan garam dapur dari pengotornya dan dari zat yang menyebabkan mudah membasah dan sedikit rasa pahit.

Pembuatan garam meja dapat dilakukan dengan cara melarutkan garam dapur dalam air sambil diaduk dengan pemanasan agar cepat melarut. Pada pelarutan ini garam melarut dan tampak kotoran yang terdapat dalam garam tersebut.

Kemudian setelah larut, disaring dan ditambahkan natrium karbonat. Penambahan natrium karbonat berfungsi untuk mengikat kotoran sehingga dapat memutihkan kristal garam (sebagai pemutih). Lalu endapan yang terbentuk disaring dan tapisan terakhir diuapkan sampai airnya habis menguap sehingga tinggal kristal-kristal garam yang terbentuk.

Setelah air habis menguap, kristal garam yang terbentuk dikeringkan, ditumbuk halus, ditimbang, dan disimpan. Pengeringan kristal garam bertujuan untuk agar garam tidak membasah dan menghilangkan rasa pahit. Sehingga kristal garam yang diperoleh adalah kristal garam lebih bersih, putih, dan halus atau lembut serta berat garam meja sebesar 27, 5 gram.

Atau dengan kata lain, proses dalam pembuatan garam meja berprinsip pada rekristalisasi, yaitu:

  1. Pelarutan adalah melarutkan garam dapur dalam air dan natrium karbonat.
  2. Penyaringan adalah menyaring campuran garam dapur dengan natrium karbonat yang telah dipanaskan.
  3. Pemanasan adalah menguapkan tapisan sampai terbentuk kristal garam.
  4. Pendinginan adalah kristal yang terbentuk didinginkan dan disimpan.

Keuntungan pembuatan garam meja:

  1. Garam lebih putih, bersih, dan halus.
  2. Tahan lama.
  3. Tidak terasa pahit.
  4. Tidak mudah basah.
  1. VIII.  PERTANYAAN DAN TUGAS
  2. Garam dapur mudah basah dan rasanya sedikit pahit karena garam mudah menyerap air dari lingkungan dan rasa pahit akibat adanya pengotor.
  3. Fungsi natrium karbonat adalah untuk mengikat kotoran sehingga dapat memutihkan kristal garam (sebagai pemutih).
  4. Keuntungan pembuatan garam meja:
    1. Garam lebih putih, bersih, dan halus.
    2. Tahan lama.
    3. Tidak terasa pahit.
    4. Tidak mudah basah.
    5. Analisis kelayakan usaha dari usaha pembuatan garam meja :

Kalkulasi harga pembuatan Garam Meja

  • Garam dapur 50 gram    Rp   500,00
  • Air 200 ml                      Rp   400,00
  • Na Benzoat 1 gram        Rp   500,00
  • Listrik                            Rp   300,00
  • Kemasan                        Rp   500,00
  • Label                              Rp   300,00  +

Jumlah                            Rp 2.500,00

Jadi harga pembuatan garam meja per kemasan @ = Rp 2.500,00

Jika garam meja yang dibuat sebanyak 12 kemasan maka harganya menjadi

12 x @ Rp 2.500,00 = Rp 30.000,00

Jika Harga jual garam meja per kemasan @ = Rp 3.000,00

Jika garam meja yang dijual sebanyak 12 kemasan maka harganya menjadi

12 x @ Rp 2.800,00 = Rp 33.600,00

Laba = harga jual – harga produksi

= Rp 33.600,00 – Rp 30.000,00

= Rp 3.600,00

% laba = Rp  3.600,00   × 100% = 12 %

Rp 30.000,00

Jadi, laba yang diperoleh dari penjualan garam meja adalah sebesar 12 %

  1. IX.   ANALISIS KELAYAKAN USAHA

Analisis kelayakan usaha dari usaha pembuatan garam meja :

  • Garam dapur 50 gram    Rp   500,00
  • Air 200 ml                      Rp   400,00
  • Na Benzoat 1 gram        Rp   500,00
  • Listrik                            Rp   300,00
  • Kemasan                        Rp   500,00
  • Label                              Rp   300,00  +

Jumlah                            Rp 2.500,00

Jadi harga pembuatan garam meja per kemasan @ = Rp 2.500,00

Jika garam meja yang dibuat sebanyak 12 kemasan maka harganya menjadi

12 x @ Rp 2.500,00 = Rp 30.000,00

Jika Harga jual garam meja per kemasan @ = Rp 3.000,00

Jika garam meja yang dijual sebanyak 12 kemasan maka harganya menjadi

12 x @ Rp 2.800,00 = Rp 33.600,00

Laba = harga jual – harga produksi

= Rp 33.600,00 – Rp 30.000,00

= Rp 3.600,00

% laba = Rp  3.600,00   × 100%

Rp 30.000,00

= 12 %

Jadi, laba yang diperoleh dari penjualan garam meja adalah sebesar 12 %

  1. X.      DESAIN LEAFLET

Terlampir

  1. XI.   KESIMPULAN
    1. Pembuatan garam meja didasarkan dengan membersihkan garam dari kotoran dan zat-zat yang menyebabkan mudah membasah dan sedikit rasa pahit.
    2. Pembuatan garam dapat dilakukan dengan rekristalisasi.
    3. Proses rekristalisasi meliputi pelarutan, penyaringan, pemanasan, dan pendinginan.
    4. Fungsi natrium karbonat adalah untuk mengikat kotoran sehingga dapat memutihkan kristal garam (sebagai pemutih).
    5. Pengeringan kristal garam bertujuan untuk agar garam tidak membasah dan menghilangkan rasa pahit.
    6. Garam meja yang diperoleh lebih putih, bersih, dan halus atau lembut.
    7. Keuntungan pembuatan garam meja:
      1. Garam lebih putih, bersih, dan halus.
      2. Tahan lama.
      3. Tidak terasa pahit.
      4. Tidak mudah basah.
      5. Garam meja yang diperoleh sebanyak 27,5 gram
      6. Laba yang diperoleh dari penjualan garam meja adalah sebesar 12%.

XII.DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, M.N. 2001. Kamus Kimia Arti dan Penjelasan Istilah. Jakarta:Gramedia.

Kus Sri Martini dan Sri Retno Dwi Ariani. 2011. Kimia dalam Kehidupan Sehari-hari. Surakarta:Uns Press.

Vogel. 1985. Analisis Anorganik Kuantitatif Makro dan Semimikro. Jakarta:Kalman Media Pustaka.

http://en.wikipedia.org/wiki/Sodium_carbonate diakses tanggal 19 Maret 2011 pukul 22.00

http://id.wikipedia.org/wiki/Air diakses tanggal 19 Maret 2011 pukul 22.00

http://id.wikipedia.org/wiki/Garam_dapur diakses tanggal 19 Maret 2011 pukul 22.00

http://www.resep.web.id/tips/mengenali-garam-dapur.htm diakses tanggal 19 Maret 2011 pukul 22.00

http://sugianto-industri.blogspot.com/2009/01/pemurnian-garam-dapur-nacl.htm diakses tanggal 19 Maret 2011 pukul 22.00

  1. XIII.  LAMPIRAN

Satu lembar Leaflet

Satu lembar asli Laporan Sementara                                       

Desain Leaflet

 

5 responses to “Pembuatan Garam Meja

  1. Karya Brantasmala

    16 January 2013 at 12:40 pm

    Trima’s, aku suka………….

     
  2. nasichun amin

    2 May 2013 at 12:45 pm

    apakah garam yang udah di buat itu sdh mengandung iodium? kl belum bagaimana membuatnya?

     
    • Dee'

      5 June 2013 at 11:39 pm

      untuk mengetahui garam sudah beriodium apa blm bisa pakai aas.
      kalo untuk membuatgaram beriodium, iodium bisa ditambahkan dalam garam sebagai zat aditif dalam bentuk KIO3.

       
  3. Abdul

    31 July 2013 at 4:27 pm

    Saya sangat tertarik dengan artikel diatas, saya berencana ingin memutihkan garam tapi dalam jumlah besar, untuk kebutuhan industri, mohon sarannya, bagaimana resepnya, apa prosesnya juga seperti diatas, terima kasih

     
    • Dee'

      3 September 2013 at 6:06 am

      kalau prinsipnya sih sama, pengotor yg ada dalam garam dibersihkan dulu.. tapi kalau pelaksanaannya menggunakan alat seperti apa saya belum tau..🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: