RSS

T Q M

Nama   : Diah Megasari T.

Prodi   : Pendidikan Kimia (A)

 

  1. A.    Istilah Dalam Konsep TQM (Bidang Pendidikan)
    1. 1.      Perusahaan

Perusahaan merupakan suatu badan yang di dalamnya terdapat pemimpin yang memimpin karyawannya untuk menghasilkan suatu produk di mana produk  itu pada akhirnya akan dilempar kepada konsumen di pasar. Konsep-konsep dan istilah perusahaan ini dapat dikaitkan dengan hal-hal di dunia pendidikan. Di dalam dunia pendidikan, yang berfungsi sebagai perusahaan adalah lembaga pendidikan dengan kepala sekolah, guru-guru dan staff di dalamnya yang bertugas menghasilkan produk berupa siswa yang telah siap untuk menghadapi kehidupan di dalam pasar atau masyarakat. Masyarakat di sini berperan sebagai konsumen yang menikmati produk dari lembaga pendidikan. Apa saja yang dapat diberikan oleh produk lembaga pendidikan tersebut, itulah yang dinikmati oleh masyarakat

.

  1. 2.      Pelanggan dalam (internal customer)

Pelanggan dalam di dalam dunia pendidikan adalah guru dan staff nya yang ikut berkontribusi memberikan jasa kepada pelanggan-pelanggan pendidikan atau yang berperan dalam proses pembelajaran, membimbing siswa untuk menjadi seseorang yang berguna dan bermutu tinggi. Kenapa disebut pelanggan? Karena guru dan staff juga akan merasakan dan menikmati apa yang telah mereka kerjakan itu. Guru dan staff akan merasakan apa yang diberikan siswanya kepada mereka.

 

  1. 3.      Pelanggan luar (external customer)

Pelanggan luar yang dimaksud di sini meliputi pelajar (pelanggan eksternal I), orang tua / kepala daerah / sponsor (pelanggan eksternal II) dan pemerintah / masyarakat / bursa kerja (pelanggan eksternal III). Disebut sebagai pelanggan eksternal karena mereka menikmati apa yang telah dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran, menikmati hasilnya dan tidak memberikan kontribusi secara langsung di dalam proses pembelajarannya.

 

  1. 4.      Quality control / process control

Merupakan suatu proses yang menjamin bahwa hanya produk yang memenuhi spesifikasi yang boleh keluar dari pabrik dan dilempar ke pasar. Di dalam dunia pendidikan, quality control dari siswa-siswa perlu diteliti untuk mengetahui kesiapan siswa tersebut ketika harus turun ke masyarakat pasa suatu saat nanti dan apa yang dapat dia sumbangkan untuk masyarakat setelah dia terjun di dalamnya. Apa yang belum mereka kuasai dan bagaimana mereka seharusnya. Salah satu contoh quality control dari pendidikan adalah dengan adanya ujian akhir, yang bertujuan untuk mengetahui apa saja yang telah dia kuasai sampai proses produksi itu selesai dan kesiapannya untuk dipasarkan.

 

  1. 5.      Memaksimalkan produksi

Untuk memaksimalkan produksi, dibutuhkan bahan dan dana yang optimal dan juga usaha keras untuk mendapatkan produk yang benar-benar maksimal. Untuk membuat produk yang maksimal ini juga perlu mempertimbangkan keinginan konsumen karena mereka lah yang nantinya akan menikmati produk tersebut.

Begitu juga dalam pendidikan. Suatu lembaga pendidikan harus mengoptimalkan proses pembelajaran sehingga dapat dihasilkan siswa dengan kemampuan yang optimal. Lembaga pendidikan harus mampu mengoptimalkan kemampuannya untuk dapat meningkatkan kemampuan siswanya sehingga didapat kemampuan yang maksimal secara kualitatif. Namun dalam hal ini juga perlu mempertimbangkan minat masyarakat yang nantinya akan menerima mereka. Apa yang mereka harapkan dari siswa pada saat tersebut atau pada saat nanti harus sudah dipikirkan mulai dari sekarang dan lembaga pendidikan sudah harus mulai membimbing siswa-siswanya ke arah tersebut.

 

  1. 6.      Keuntungan

Keuntungan di dalam perusahaan adalah hasil yang didapat apabila biaya produksi lebih kecil daripada biaya penjualannya sehingga mendapatkan kelebihan atau surplus. Yang dimaksud keuntungan di dalam dunia pendidikan menurut saya dapat berupa keuntungan yang waktu dan biaya. Keuntungan waktu dapat diperoleh jika apa yang akan disampaikan telah selesai disampaikan sebelum alokasi waktu yang ditentukan itu habis. Sehingga waktu ini dapat digunakan untuk kegiatan yang lain seperti pengayaan materi, tambahan soal-soal atau kegiatan lain yang menunjang pembelajaran. Sedangka keuntungan biaya dapat dicapai apabila anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pendidikan tersebut tidak habis saat kegiatan tersebut telah berlangsung. Keuntungan biaya ini dapat digunakan untuk mengadakan kegiatan lain seperti ekstra kurikuler atau untuk menunjang kegiatan yang lain. Keuntungan lain yang mungkin didapatkan adalah berupa kepuasan. Sebagai seorang guru akan merasa puas apabila siswwa yang dibimbingnya mampu menguasai materi dengan baik dan memiliki kualitas yang tinggi sehingga dia dapat bersaing dengan yang lainnya. Siswa sendiri juga akan merasakan kepuasan tersendiri apabila ia menguasai suatu materi dengan baik dan mampu melakukan hal-hal yang berguna bagi masyarakat sehingga ia akan merasa beruntung telah menjalankan apa yang dianjurkan oleh gurunya.

 

  1. 7.      Kerjasama pendidikan dan bisnis (education business partnership)

Istilah tersebut digunakan untuk menyebutkan adanya analogi antara proses pendidikan dan penciptaan produk-produk industry. Diberlakukannya education business partnership ini ada kebaikannya dan juga ada keburukannya. Contoh tentang keburukannya misalnya antara produk industry dan produk dalam pendidikan itu berbeda. Kita tidak dapat memaksakan seorang siswa itu sama dengan barang yang dapat kita buat menjadi apa yang kita inginkan karena mereka punya kepribadian, keinginan dan kemampuan yang berbeda-beda. Jika siswa diperlakukan dengan demikan, tentunya akan menghilangkan kepribadian mereka masing-masing dan mengurangi heterogenitasnya karena dipaksa untuk menjadi selalu sama. Namun sisi baiknya, dalam setiap proses pembelajaran selalu diutamakan mutu dari “produk” yang akan dihasilkan. Dengan begitu guru akan berusaha keras menjadikan siswanya memiliki mutu yang tinggi dan siap untuk terjun ke masyarakat.

 

  1. 8.      High quality / top quality

Keunggulan status dan posisi dan kepemilikan terhadap barang yang memiliki mutu dan membuat pemiliknya berbeda dengan orang lain yang tidak mampu memilikinya. High quality / top quality ini tergatung pada proses produksinya. Mutu merupakan sesuatu yang dimiliki oleh produk dari suatu perusahaan yang telah diedarkan ke pasaran. Dalam hal ini, mutu yang dimaksud adalah keunggulan yang dimiliki oleh seorang siswa yang mempunyai kemampuan tertentu yang tidak dimiliki siswa lainnya karena dia telah benar-benar matang dalam proses produksinya sehingga dia memiliki keunggulan tersediri dan lebih siap bersaing di masyarakat dengan apa yang telah dia miliki itu.  Hal ini sebenarnya bukan hanya mengacu pada keunggulan unik yang hanya dimiliki orang-orang tertentu saja, namun juga keunggulan terhadap suatu hal karena dia lebih giat mempelajari hal itu daripada teman-temannya yang lain sehingga dia lebih menguasai apa yang telah disampaikan gurunya.

 

  1. 9.      Public relation

Public relation merupakan suatu hubungan kemasyarakatan antara lembaga pendidikan dengan suatu  instansi yang digunakan untuk menyalurkan siswa-siswanya. Misalnya siswa dari SMK yang telah dilatih untuk lebih siap bekerja, public relationnya adalah ke perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan bidangnya. Sedangkan siswa SMA yang lebih ditekankan pada materi nya dan bukan praktek kerjanya, public relationnya adalah ke universitas-universitas. Salah satu jalannya adalah dengan PMDK.

 

  1. 10.  “Yakinlah bahwa mutu selalu didefinisikan dan disesuaikan dengan persepsi pelanggan”

Pernyataan tersebut benar adanya karena suatu produk sengaja dibuat untuk pelanggan, yang menggunakan  produk itu adalah pelanggan, yang merasakan baik atau buruknya produk itu adalah pelanggan dan yang dapat menentukan kekurangan dan kelebihannya adalah pelanggan. Sehingga definisi mutu, itu didasarkan pada persepsi pelanggan karena di sini pelanggan lah yang menggunakannya. Karena itu, suatu institusi harus mampu mnempatkan pelanggannya pada posisi  yang tepat dan proporsional agar mutu dapat dicapai. Persepsi pelanggan yang satu dengan yang lainnya belum tentu sama, tergantung pada diri mereka masing-masing dengan apa yang mereka inginkan. Begitu juga dalam pendidikan. Suatu masyarakat bisa saja menganggap suatu produk lembaga pendidikan iti bermutu tinggi karena mereka memang membutuhkan produk yang demikian, dan sekelompok masyarakat lain menganggapnya kurang bermurtu karena mereka kurang membutuhkannya. Contohnya saja seorang lulusan teknik mesin yang menguasai permesinan. Di dalam kelompok yang pekerjaan sehari-harinya di bengkel misalnya, tentu lulusan teknik mesin ini dianggap bermutu karena banyak menguasai permesinan. Namun jika dia berada di lingkungan salon kecantikan, tentu kelompok tersebut menganggapnya kurang bermutu karena dia tidak menguasai dalam bidang tersebut.

 

  1. B.     Indicator Lembaga Pendidikan Bermutu
    1. 1.      Focus penyelenggaraan pendidikan

Suatu industry harus selalu focus terhadap kebutuhan pelanggan yang notabene merupakan point inti dari mutu yang merupakan salah satu cara paling efektif dalam menghadapi kompetisi dan bertahan di dalamnya. Seperti hal nya dalam pendidikan, penyelenggara pendidikan harus selalu focus terhadap kebutuhan masyarakat tentang generasi penerus yang seperti apa yang mereka inginkan saat ini dan juga saat mendatang. Jika telah mengetahui generasi bagaimana yang diinginkan masyarakat, maka jauh-jauh hari suatu lembaga pendidikan harus sudah mulai menyiapkan siswa yang diinginkan tersebut. Dengan begitu suatu lembaga pendidikan mampu bertahan untuk bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya karena mampu manghasilkan generasi muda yang diinginkan oleh masyarakat.

 

  1. 2.      Ketika menghadapi masalah atau tantangan

Ketika suatu lembaga pendidikan mengalami masalah atau tatangan, yang paling berperan di sini adalah para guru dan karyawannya karena mereka lah yang paling banyak memberikan kontribusi di dalam lembaga pendidikan ini. Saat menghadapi masalah atau tantangan, ada baiknya para guru dan karyawan berdiskusi untuk menemukan solusi dari masalah yang dialami tersebut. Dengan berdiskusi ini tentunya akan ada masukan-masukan tentang apa yang sebaiknya dilakukan. Dari diskusi ini tentunya juga akan diperoleh penyebab timbulnya masalah sehingga hal tersebut dapat diperbaiki dan dijadikan sebagai suatu pengalaman agar tidak terulang hal yang sama. Selain itu, tidak ada salahya para guru dan karyawan berkonsultasi kepada siswa dan masyarakat karena mereka lah yang menikmati hasil kerja guru dan karyawan ini. Dalam menghadapi suatu tantangan atau masalah, sebuah lembaga tidak boleh pesimis dan harus terus berjuang menemukan solusi terbaiknya. Tantangan yang muncul di dalam suatu lembaga pendidikan misalnya saja tentangan unruk mencetak siswa yang memiliki mutu tinggi yang siap untuk bersaing di era global seperti saat ini. Tantangan semacam itu perlu dijadikan motivasi untuk lembaga pendidikan untuk selalu berkkembang menjadi yang lebih baik dan selalu meningkatkan mutu siswanya.

 

  1. 3.      Sumber daya

Sumber daya merupakan suatu yang digali untuk dapat diolah atau digunakan untuk membuat sesuatu yang bermanfaat. Dalam pendidikan, kita dapat memandang sumber daya itu dari dua pihak, yaitu dari pihak guru dan siswa. Sumber daya yang dimiliki oleh seorang guru dapat dimanfaatkan untuk mengajar siswanya agar menjadi suatu produk yang nantinya memiliki mutu yang tinggi dengan cara mengembangkan sumber daya yang ada di dalam diri siswa tersebut. Sumber daya yang ada di dalam diri siswa harus terus digali dan dikembangkan agar siswa memiliki mutu yang tinggi dan siap terjun ke masyarakat. Proses panggalian dan pengembangan sumber daya siswa ini uga harus didukung oleh sumber daya guru yang membimbingnya tersebut. Guru yang memiliki sumber daya yang tinggi dan telah mampu menggalinya tentu akan lebih berhasil dalam mengembangkan sumber daya siswa nya daripada guru yang sumber daya nya rendah. Sumber daya yang dimaksud di sini adalah kemampuan dasar yang dimiliki seseorang baik itu siswa maupun gurunya.

 

  1. 4.      Upaya peningkatan mutu

Untuk meningkatkan mutu dari para siswa, salah satu cara yang perlu ditempuh adalah dengan menyeleksi siswa-siswa yang akan masuk. Dengan seleksi ini, akan terpilih beberapa siswa yang kemampuan dasarnya sesuai dengan yang diiginkan. Selain itu dari seleksi ini juga dapat diketahui kemampuan dasar dari para siswa sehingga suatu lembaga mampu menentukan langkah yang harus diambil untuk meningkatkan mutunya. Langkah selanjutnya untuk meningkatkan mutu adalah dengan memperbaiki managemen yang digunakan dalam lembaga pendidikan tersebut. Hal yang juga perlu untuk diperhatikan adalah bahwa mutu ditentukan oleh persepsi pelanggan, sehingga di sini kita perlu memperhatikan keinginan masyarakat agar nantinya siswa dapat menjadi siswa yang benar-benar berguna bagi masyarakat. Perbaikan yang terus menerus juga perlu dilakukan untuk mencapai tingkatan kualitas yang tepat dengan cara konsisten dalam memenui kebutuhan masyarakat.

 

  1. 5.      Complain dari masyarakat atau orang tua

Complain dilakukan oleh konsumen jika produk yang dinikmatinya kurang bermutu atau tidak sesuai dengan keinginan mereka. Complain biasanya dilakukan agar perusahaan tersebut memproduksi produk yang sesuai dengan keinginan mereka. Dalam complain ini tentunya mereka menyampaikan produk seperti apa yang mereka inginkan. Dari sini lah perusahaan dapat memperbaiki produk mereka.

Dalam duniapendidikan pun hal ini sering terjadi. Complain dari masyarakat dan orang tua terhadap suatu lembaga pendidikan karena siswa atau anaknya menjadi seseorang yang tidak sama dengan keinginan mereka. Contoh mudahnya para orang tua akan protes saat anaknya mendapat nilai yang jelek untuk suatu mata pelajaran. Merekan akan menuntut kepada lembaga pendidikan tersebut agar membuat anaknya mampu mengikuti materi pelajaran tersebut sehingga anaknya menguasai dan mendapatkan nilai yang bagus untuk mata pelajaran tersebut.

Sebagai lembaga pendidikan yang baik, complain dari masyarakat harus ditampung dan ditanggapi dengan bijak. Lembaga pendidikan harus menganggap complain ini sebagai suatu masukan yang nantinya akan mendukung kemajuan lembaga tersebut.

 

  1. 6.      Prinsip atau tindakan yang berdasar pada budaya mutu

Adalah segala prinsip ataupun tindakan yang dilakukan dengan dasar untuk meningkatkan mutu atau untuk mendapatkan mutu yang tinggi. Mutu ini sendiri didasarkan pada kebutuhan konsumen sehingga dalam praktiknya segala tindakan yang dilakuakn harus mengarah untuk menciptakan kepuasan para konsumen. Dalam pendidikan, hal ini perlu dilakukan dalam upaya peningkatan mutu siswa dan mutu pendidikannya sendiri. Yaitu dengan cara selalu mencari tahu apa yang diinginkan masyarakat sehingga lemaga pandidikan dapat memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Tindakan yang dilakukan lembaga pendidikan di sini semata-mata agar masyarakat merasa puas dengan apa yang mereka berikan. Siswa yang mereka hasilkan mampu terjun dalam masyarakat dan memberikan hasil yang memuaskan bagi masyarakat. Dan jika masyarakat merasa puas dengan hasil dari suatu lembaga pembelajaran, lembaga tersebut tentunya juga akan merasa puas dengan apa yang sudah dilakukannya.

 

 

  1. 7.      Pandangan terhadap guru dan karyawan atau staff

Guru dan karyawan merupakan pelanggan internal di dalam suatu perusahaan jasa. Mereka melaksanakan tugasnya, berkontribusi besar di dalam proses pembelajaran untuk menghasilkan siswa yang bermutu tinggi namun juga ikut menikmati hasil yang telah mereka kerjakan itu. Guru merupakan seseorang yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Guru yang membentuk siswa menjadi seseorang yang diinginkan oleh masyarakat. Jika ada masalah dalam pembelajaran, guru lah yang paling berperan di dalamnya karena memang kontribusi terbesar dalam pendidikan berasal dari guru. Guru dan karyawan yang baik adalah mereka yang mampu meciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa merasa nyaman untuk belajar sehingga didapatkan hasil yang optimal. Guru berperan langsung di dalam proses pembelajaran sedangkan karyawan membantunya di belakang atau secara tidak langsung tapi cukup mempengaruhi. Guru dan karyawan dianggap mampu menjalankan tugasnya apabila mereka mampu mencetak siswa yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Jika ternyata hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan, guru lah yang akan paling dipersalahkan dalam hal ini. Guru dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Karena itu, guru harus benar-benar berhati-hati dalam menjalankan tugasnya karena guru lebih menjadi sorotan masyarakat daripada yang lainnya.

 

  1. 8.      Kepuasan masyarakat atau orang tua

Kepuasan merupakan salah satu hal yang berhubungan dengan complain. Kepuasan terjadi apabila suatu konsumen telah mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika kebutuhan mereka telah terpenuhi, mereka tidak akan melakukan complain terhadap lembaga-lembaga pendidikan. Kepuasan ini terjadi apabila lembaga pendidikan mampu menghasilkan siswa-siswa yang sesuai dengan keinginan mereka dan mereka menikmati hasil kerja siswa-siswa tersebut tanpa kekurangan.

 

  1. 9.      Aturan dan tanggung jawab

Aturan perlu disusun untuk mengatur apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Aturan ini dapat berupa aturan yang tertulis maupun tidak tertulis dan telah disepakati bersama-sama. Konsekuensi dari adanya peraturan ini adalah semua pihak yang masuk di dalam peraturan harus mematuhi peraturan yang berlaku tersebut. Kepatuhan ini dapat disebut sebagai tangguang jawab seseorang terhadap peraturan yang telah dibuat untuknya. Tanggung jawab merupakan sesuatu yang harus didahulukan. Jadi setiap orang yang dikenai peraturan itu harus melaksanakan peraturan dengan sebaik-baiknya. Jika hal ini dapat dilaksanakan dengan baik, tentunya akan dihasilkan suasana yang aman dan teratur dan tidak saling merasa benar atas apa yang dilakukan karena segala sesuatu nya telah tercantum di dalam peraturan.

 

  1. 10.  Rencana kegiatan

Rencana kegiatan dalam suatu lembaga perlu dibuat untuk menyusun apa saja yang akan dilaksanakan sampai pada waktu yang telah ditentukan. Rencana kagiatan ini berguna agar apa yang akan dijalankan terealisaasikan dengan rapi, tidak ada yang terlupakan dan ada kejelasan urutan kegiatan yang akan dilakukan. Dari rencana kegiatan ini suatu lembaga dapat mengalokasikan segala sesuatunya sehingga nantinya tidak terjadi sesuatu yang di luar rencana.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: